Berani adalah Modal Wirausaha
Sumber : Batam Pos, Sabtu 4 June 2011
Url : http://www.batampos.co.id/index.php/2011/06/04/berani-adalah-modal-wirausaha/
Entrepreneurship alias kewirausahaan menjadi jawaban bagi tantangan masa depan, demikian dikatakan Walter Viera, konsultan marketing. Viera berbicara dalam seminar bertajuk The Spirit of Entrepreneurship – The Spirit that Moves Mountain. Seminar ini diselenggarakan oleh Batam Pos Entrepreneur School (BPES) bertempat di Hotel Harmoni One, Rabu (1/6/2011) lalu.
Viera menjelaskan sebuah negeri membutuhkan entrepreneur, karena hanya itu yang bisa menjawab tantangan masa depan. Kecenderungan ini berlangsung di semua sudut muka bumi. Negara maju sekelas Amerika Serikat pun membutuhkan entrepreneur dalam skala UKM. Fenomena yang terjadi saat ini, sebuah negara bisa saja kaya tetapi memiliki pengangguran tinggi.
“Sekarang saya tak perlu datang ke agen tiket untuk membeli tiket pesawat, cukup dengan klik di internet saya sudah bisa membeli tiket,” ujar pria berusia 72 tahun ini membeberkan kecenderungan terjadi karena kemajuan teknologi.
Dia mengatakan, kemajuan teknologi bisa menggerus lapangan kerja dan menciptakan pengangguran di berbagai negara.
“Menyelesaikannya, ciptakan sendiri lapangan usaha dengan berani menghadapi risiko,” ujar mantan manajer marketing di sebuah perusahaan sepatu ini.
Dia juga mengatakan, wirausaha akan membuka lapangan kerja bagi diri sendiri sekaligus membuka peluang kerja untuk orang lain. Wirausaha menjawab tantangan kemiskinan, masalah ekonomi dan lapangan kerja. Tetapi ia mengingatkan tidak semua orang bisa menjadi pebisnis.
“You need a clay to make a statue,” ujarnya.
Tanpa tanah liat tentulah tidak bisa membuat patung. Demikian ia memberi gambaran modal menjadi pebisnis. Setiap orang yang ingin menjadi pebisnis harus memiliki modal tersebut. Apa itu? “Risk taking ability (keberanian mengambil risiko),” jawabnya.
Panitia membatasi hanya 50 peserta saja yang hadir dalam seminar ini. Seminar ini memang diselenggarakan di sela-sela kesibukan Walter Viera. Panitia hanya memiliki waktu tiga hari untuk menyiapkan acara. Sebuah asosiasi marketing di Singapura membutuhkan waktu 4 bulan untuk mengundang pembicara marketing terbaik di Asia ini.
Viera berbesar hati menyisihkan waktunya untuk mampir ke Batam, sebuah kota yang ia tak kenal sebelumnya. Dia bersedia hadir memberi motivasi entrepreneur setelah pengajar BPES, Riginoto Wijaya menemuinya ketika berkunjung ke Bali.
“Rigi mengatakan, Batam hanya 45 menit dari Singapura, maka saya pun paham dan mau,” ujarnya. (cha)
Salam,
John Fradi